Sabtu, 14 Mei 2011

Lirik Lagu - Lagu Marjinal


Negri Ngeri

Lihat lah negri kita
Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas
samudra biru..

kami ratakan negri kita
yang tinggal hanya lah cerita
cerita dan cerita
cerita... (cerita Baru)

chorus

pengangguran merambat luas
kemiskinan meraja lela
pedagang kaki lima tergusur teraniaya

bocah bocah kecil merintih
melangsungkan mimpi di jalanan
itulah dihadapi
penderitaan

Ini lah negri kita
alam yang gelap
tiada berbintang
dari derita dan derita
derita

sampai kapankah derita ini
yang kaya darah dan air mata
yang senantiasa mewarnai
bumi pertiwi...

back to chorus

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

Cinta Pembodohan

Dunia punya cerita
Cerita tentang cinta
Cinta cinta pembodohan
Cinta...

Pada stress dan nggak sedikit yang gila
Mati mampus minum racun serangga
Gantung diri di pohon jengkol
Nubrukin badan ke bis kota yang sedang mangkal
Lompat melompat dari gedung bertingkat
Karena cinta demi cinta...

Hey kau kau kawan terlihat cemen (kan aku anak gaul lagi)

Dengernya pun lagu cengeng
Membuat otak dan mental seperti kaleng rombeng
Hati pun celeng-celeng...teng teng terengteng
Nontone sinetron telenovela
Isinya hanya cinta
Cinta cinta di teng teng.......

Hey kau kau kawan kan masih banyak cerita (dunia tak selebar daun kelor)
Hey kau kau kawan terlihat cemen (cinta bukan di balik kolor)

Hey hey kawan terlihat cemen (cinta itu pembodohan)

Hanyalah retorika yang menggebu gebu berbuntut kepentingan...

(kalo ngomong cinta) cinta umat manusia....
(kalo ngomong cinta) ada kau berkuasa...
(kalo ngomong cinta) cinta rakyat jelata...
(kalo ngomong cinta) tapi engkau membunuhnya...

(kalo ngomong cinta) adalah anugrah...
(kalo ngomong cinta) kenapa ada yang luka...
(kalo ngomong cinta) kenapa banyak yang mati...
(kalo ngomong cinta) ada pasti tujuannya...

Itukah cinta itukah cinta kata kuncinya...

Hey kau kau kawan sadarlah...

Dunia punya cerita
Cerita tentang cinta
Cinta cinta pembodohan...
Bagaikan bulan...

To be continued...
Bersambung...

Boikot

Gilanya tradisi yang ada didunia ini
Siapa yang kuat dialah yang berkuasa
Berlomba-lomba tuk mengincar-incari mangsa
Jika manusia tak kenal lagi manusia

Jilat-menjilat itu mah sudah biasa
Tikam sana tikam sini dan siap memangsa
He……hei terasu
Yang menjadi srigala tuk manusia yang lainnya
Manusia semakin gila

**
Yang kuat menguasai yang lemah dikorupsi
Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin
Yang pintar membodohi yang bodoh dibudayakan (2x)

Boikot boikot budaya yang memiskinkan
Boikot boikot budaya yang merusak
Boikot boikot budaya yang memiskinkan
Boikot boikot budaya yang merusak

He…………hei terasu
Saling menghisap jilat-menjilat saling injak-menginjak
Rampas-merampas tak pernah puas jadi semakin buas (2x)

Manusia semakin tak isi

Kembali ke **
Luka Kita Aceh

Bencana dari negri air mata
Ratusan ribu jiwa pergi mendahului kita
Bara luka kobarkan cinta rasa bersama
Bara luka ciptakan satu pelita

Saudaraku yang pergi tak hanya tinggalkan nama
Saudaraku yang pergi meninggalkan sejuta makna
Saudaraku yang pergi membangunkan seisi dunia
Agar mengerti dalamnya makna hidup yang ada

Reff:
Tunjukkan bahwa kita semua bersaudara
Luka mereka luka kita semua
Tunjukkan tunjukkan oleh kita
Derita yang ada derita kita jua

Saudaraku pergi tinggalkan tugas untuk kita
Untaian air mata jadikan tautan permata
Besarnya bencana lebih besarlah hikmahnya
Wujudkan oleh kita ada yang pergi tersenyum di surga

Saudaraku yang pergi tak hanya tinggal kenangan
Saudaraku yang pergi meninggalkan berjuta makna
Saudaraku yang pergi membangunkan seisi dunia
Agar mengerti jalanya makna hidup yang ada

Back to Reff


Marsinah

Kulihat
Buruh perempuan
Berkeringat
Membasahi bumi
Yang gelap

Energi yang kau curahkan
Begitu besar tlah kurasakan
Terhanyut dalam kesombongan terlupakan

Gemerlap cahayamu
Membentangi garis kehidupan
Ada lara rintih caci maki
Kau hadapi

Keringat dan ketegaranmu
Mengalir deras tak ternilai
Hanya tetes darah dan air mata
Yang kau curah

Ooo Marsinah
Kau termarjinalkan
Ooo Marsinah
Matimu tak sia sia



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar